Gunung Prau Dieng, Letak Lokasi dan Jalur Pendakian Prau

Gunung Prau Dieng. Nama Gunung Prahu atau lebih dikenal dengan Gunung Prau Dieng memang sudah tak asing lagi dikalangan pecinta alam dan traveller Indonesia. Gunung yang merupakan gunung yang tertinggi di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateu) ini menjadi destinasi wisata wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Dieng.



Gunung Prau Dieng telah menjadi landmark Dataran Tinggi Dieng. hal tersebut dikarenakan gunung ini memiliki daya tarik yang membuatnya tidak pernah sepi pengunjung, baik dari kalangan pecinta alam, pemburu fotografi, atau wisatawan penikmat alam lainnya.

Banyak hal yang membuat pengunjung tertarik dengan Gunung Prau, mulai dari medan pendakian yang ringan, jalur akses yang mudah hingga pesona keindahan alamnya. Pesona alam yang disuguhkan Gunung Prau Dieng antara lain uniknya Bukit Teletubbies, indahnya milkyway dari Puncak Prau, lautan bunga Daisy saat musim kering, sunrisenya yang eksotis, hingga view beberapa gunung yang berdiri gagah dari kejauhan mengelilingi Dataran Tinggi Dieng.

Letak dan lokasi gunung prau dieng

Peta dan Jalur Pendakian Prau
Gunung yang merupakan gunung tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng ini secara administrasi meliputi 5 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kapupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Temanggung. Lokasi Gunung Prau yang memanjang dari barat ke timur provinsi Jawa Tengah ini terletak di ketinggian 2565 mdpl, tepatnya 7.1113°LS 109.5522°BT.

Medan Pendakian Gunung Prau Dieng

Gunung Prau Dieng via @anungnurcahyo
Gunung Prau Dieng via @anungnurcahyo


Jangan heran jika Gunung Prau ramai dikunjungi setiap minggunya. Selain terkenal dengan keindahannya, medan atau trek pendakian Gunung Prau tergolong cukup ringan sehingga bisa dihadapi oleh pendaki pemula. Walaupun tinggi, trek menuju Gunung Prau tidak terlalu menanjak dan pastinya tidak terlalu menguras tenaga.

Jalan setapak menuju puncak juga tidak terlalu banyak ditumbuhi pepohonan yang tinggi dan rindang. Kawasan Gunung Prau adalah padang rumput atau sabana yang luas inilah yang membuat treknya menjadi ringan dan tidak terlalu gelap oleh pepohonan rindang ini mengurangi kekhawatiran Anda karena pandangan Anda menjadi lebih luas. Ada beberapa pos atau basecamp ditanah yang cukup datar untuk mendirikan tenda atau melepas lelah selama perjalanan.

Jalur Pendakian Gunung Prau Dieng

Untuk mencapai Gunung Prau, ada beberapa jalur yang bisa Anda pilih tergantung posisi awal dan tenaga Anda saat mendaki. Jalur yang cukup populer dikalangan para pendaki adalah Jalur Dieng dan Jalur Patak Banteng. Kedua jalur ini populer karena waktu tempuhnya yang relatif pendek dengan medan yang cukup ringan, yaitu cukup dengan waktu tempuh 3-4 jam saja.



Mendaki Gunung Prau
Mendaki Gunung Prau

Jalur pertama yang bisa Anda gunakan adalah Jalur Dieng. Medan Jalur Dieng yang cukup ringan membuat jalur ini juga populer dikalangan pendaki. Untuk pendaki pemula, hanya perlu 4 jam untuk mencapainya dan tentu saja akan bagi pendaki profesional akan lebih pendek lagi waktunya.
Jalur kedua adalah Jalur Patak Banteng. Dibandingkan Jalur Dieng, Jalur Patak Banteng ini lebih sering digunakan para pendaki karena jarak tempuhnya lebih pendek, yaitu hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam dengan mendaki. Seperti namanya, pendakian Gunung Prau menggunakan Jalur Patak Banteng memang dimulai dari Desa Patak Banteng. Jika Anda merasa lelah dan mempunyai cukup uang, Anda bisa menyewa ojek khusus yang akan mengantarkan Anda hingga pos atau basecamp I. Tarif ojek menuju pos I Gunung Prau dipatok sekitar Rp20.000,-. Berikut rincian Jalur Patak Banteng berserta pos-posnya agar lebih jelas:

Diawali dari Basecamp di Desa Patak Banteng sebagai titik awal menuju pos 1, para pendaki akan melewati jalur tangga seribu (Ondo Sewu) yang merupakan tangga dari beton yang mempunyai sekitar 128 anak tangga. Setelah melewati anak tangga, para pendaki akan melewati jalan Makadam, jalan setapak berbatu dengan lebar sekitar 4 meter, dan sampailah di pos 1.

Pos 1 (Pos Sikudewo)
Dari Post 1 ambil Jalur Kiri yang merupakan jalan tanah setapak agak terjal dan menanjak. Namun, jangan terlalu khawatir. kanan kiri jalan setapak telah dipasang teralis baja sehingga memudahkan pendakian menuju ke pos 2.

Pos 2 (Pos Canggal walangan)
Sesampai di Pos 2, para pendaki bisa beristirahat sejenak sembari menikmati pemandangan sekitar, yaitu gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang gagah di sebelah kiri, di sebelah kanannya pemandangan Telaga Warna dan lahan pertanian penduduk yang menghampar di kaki dan lereng gunung.

Bagi pendaki yang lupa membawa perbekalan air dari Basecamp, diwaktu-waktu tertentu di pos 2 ini ada pipa air yang diambil dari sumber mata gunung Prau yang mana airnya aman untuk diminum sehingga bisa digunakan sebagai bekal mendaki.

Berbeda dengan Trek dari Pos 1 ke 2 yang di kanan kirinya didominasi oleh ladang pertanian kentang, selama perjalanan dari pos 2 ke pos 3  para pendaki akan menyusuri jalan setapak memasuki hutan dengan pepohonan liar dan besar di kanan kirinya. Jalan yang licin dan kadang dijumpai satwa liar seperti Sigung -yang walaupun tidak ganas dan berbahaya- tetap membuat para pendaki harus berhati-hati melaluinya.

Pos 3 (Pos Cacingan)
Di pos 3 yang menjadi pos terakhir sebelum puncak, para pendaki bisa beristirahat dan makan atau minum untuk menambah tenaga. Lanskap gunung-gunung yang mengelilingi Dataran tinggi Dieng termasuk Telaga Warna tampak jelas dari pos peristirahan ini. segala lelah diperjalanan akan sirna sejenak dan tentu saja akan menambah semangat untuk mencapai puncak.

Setelah puas beristirahat dan menikmati pemandangan, saatnya pendaki bergerak dari pos 3 ke Puncak. Para pendaki akan melewati jalur berupa jalan setapak vertikal dengan pemandangan alam terbuka. Apabila pendaki melewati jalur tersebut jelang terbenamnya matahari dan kondisi alam yang sedang tidak berkabut, Anda bisa menyaksikan view sunset yang luar biasa. Satu lagi keindahan Mahakarya Sang Pencipta yang bisa mengusir lelah.

Untuk diketahui, saat melewati jalur menuju puncak, para pendaki harus ekstra hati-hati  mengingat kondisi jalur yang berbatu dan di kanan dan kiri terdapat jurang yang dalam. Dibutuhkan sekitar 45 menit untuk sampai Area Camp Ground di Puncak Gunung Prau.

Camping di prau

Camping di Gunung Prau  sumber instagram


Tak terbantahkan lagi, Gunung Prau merupakan tempat camping yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Di Puncak Gunung Prau terdapat Area Camp Ground yang luas untuk camping sambil menunggu sunrise.

Area camping ini berupa perbukitan yang biasa disebut Bukit Teletubbies. Anda bisa memilih tempat yang pas untuk mendirikan tenda karena banyak tempat yang datar dan aman. Selain itu, di Gunung Prau cukup banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan saat camping. Sebenarnya jika ke Gunung Prau Anda disarankan untuk camping agar bisa meng-eksplore segala keindahan dan keunikan yang disuguhkan gunung cantik ini.

Camping di Gunung Prau
Camping di Gunung Prau

Bukit Teletubies Prau

Ada yang unik di Gunung Prau. Yaitu kumpulan bukit-bukit kecil ditutupi rumput liar dan tanaman liar yang terkenal dengan Bukit Teletubbies. Di sinilah area camping yang bagus dan cocok untuk Anda.

Seperti namanya, bukit-bukit kecil ini memang mirip sekali dengan bukit tempat tokoh animasi Teletubies bermain bersama. Tidak hanya itu, di Bukit Teletubbies ini Anda akan menyaksikan warna-warni Bunga Daisy yang bermekaran serentak selepas musim hujan.

Bukit Teletubies Dieng via @julieciouus
Bukit Teletubies Dieng via @julieciouus

Bunga Daisy yang berwarna-warni mulai dari putih, kuning, pink, dan ungu benar-benar memanjakan mata pengunjung. View pemandangan Bukit Teletubbies yang cantik dihiasi warna warni bunga daisy inilah yang diburu pecinta fotografi atau wisatawan yang berkunjung untuk seledar merilekskan pikiran. Bunga Daisy yang hanya bisa tumbuh di ketinggian 2000 hingga 2600 mdpl ini merupakan tanaman endemik Gunung Prau. Jadi, Anda tidak akan bisa melihat jenis bunga di tempat lain.

Bunga Daisy Gunung Prau
Bunga Daisy Gunung Prau

Milkyway gunung prau

Suasana malam di Gunung Prau menjadi daya tarik para penikmat alam. Taburan bintang dilangit malam atau yang biasa disebut milkyway Gunung Prau sangat eksotis. Bintang-bintang yang berkilau dengan cantik bagai taburan mutiara terlihat sangat dekat. Seolah-olah kita bisa memetik dan membawanya pulang. Milkyway inilah yang akan menerangi malam-malam dingin pengunjung. Dan akan nikmat sekali jika ditemani secangkir purwaceng atau teh panas.

Milkyway Gunung Prau via @tentangmalamina
Milkyway Gunung Prau via @tentangmalamina

Milkyway Gunung Prau Dieng by @linggabinangkit
Milkyway Gunung Prau Dieng by @linggabinangkit


Sunrise dan Sunset Prau

Puncak Gunung Prau yang tinggi menjulang menjadi tempat strategis untuk mendapatkan spot sunrise yang indah. Anda bisa menikmati semburat jingga sunrise yang menyambut pagi dari tenda. Sunrise indah berwarna jingga keemasan atau yang lebih dikenal dengan Golden sunrise menjadi incaran pengunjung Gunung Prau. Dan jika beruntung Anda akan melihat view Silver Sunrise Gunung Prau yang juga tidak kalah indahnya. Anda bisa mengabadikannya lewat kamera atau hanya sekadar menikmati indahnya gradasi warna jingga sunrise dipagi hari berlatar gunung-gunung tinggi nan hijau berselimut tipis.

sunrise gunung prau via antigidotnet
sunrise gunung prau via antigidotnet



Tidak hanya sunrise Gunung Prau yang mempesona, sunsetnya juga tidak kalah keren. Anda akan bisa melihat sunset di kala senja jika kondisi cuaca sedang tidak berkabut. Sunset biasanya terlihat di perjalanan menuju puncak jika Anda melalui jalur tersebut saat hari mulai beranjak senja.


Memandang Lanskap 8 Gunung di Jawa dari Puncak Gunung Prau.

Bukit Teletubies Gunung Prau Dieng via  @ellakhomsah
Bukit Teletubies Gunung Prau Dieng via  @ellakhomsah


Keistimewaan lain dari Gunung Prau adalah dari puncaknya Anda bisa memandang  lanskap 8 buah gunung di Pulau Jawa berderet dari sebelah kanan jika cuaca memungkinkan. Gunung-gunung di Pulau Jawa yang bisa terlihat yaitu Gunung Kembang, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran. Namun, diantara ke-8 gunung tersebut, gunung-gunung yang paling sering terlihat adalah Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Merapi. Mudah-mudahan saat berkunjung Anda beruntung bisa menyaksikan 8 gunung di Pulau Jawa ini sekaligus, ditambah indahnya Telaga Warna di kaki gunung.